Sabtu, 28 Januari 2012

Apa Itu RAM


RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory yang letaknya berdekatan dengan processor, hal ini dimaksudkan agar data pada processor bisa dikirim dengan cepat ke dalam RAM. Sesuai namanya, RAM berfungsi sebagai memori atau penyimpan data yang bersifat volatile atau sementara yang berarti bila komputer sudah di matikan, maka data yang tersimpan pada RAM akan otomatis terhapus. Oleh karena itu kita membutuhkan storage untuk menyimpan data. Contoh kegunaan RAM, saat Anda membuka web blog ini, maka RAM akan seca
ra otomatis menyimpan data yang di perlihatkan oleh blog ini. Namun setelah Anda matikan, data blog ini yang tersimpan akan terhapus dengan sendirinya.

Untuk RAM sendiri mempunyai beberapa jenis yang beredar hingga saat ini, yaitu :
1. DRAM (Dynamic RAM)
adalah jenis RAM yang harus sering di refresh oleh processor agar data yang tersimpan tidak hilang.
2. SDRAM (Shyncronous Dynamic RAM)
adalah jenis RAM yang sering di gunakan saat ini. RAM ini disinkronisasikan oleh clock system dan memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari pada DRAM dan dapat di gunakan sebagai penyimpan cache.
3. SRAM (Statistic RAM)
adalah RAM yang tidak memerlukan refresh oleh processor agar data yang tersimpan di dalamnya bisa dijadikan data statistik.
4. RDRAM (Rambus DRAM)
RAM ini mempunyai performa yang lebih tinggi dari pada SDRAM yang tentunya harganya lebih mahal. RAM ini bisa digunakan pada processor dengan otak pentium 4.
5. FPM DRAM (First Page Mode DRAM)
adalah bentuk awal dari DRAM, yang memiliki kecepatan transfer data pada cache L2 mendekati 176 mbps.
6. EDO DRAM (Extended Data Out DRAM)
memiliki kecepatan lebih dari FPM DRAM sebesar 5% atau sekitar 264 mbps.
7. Flash RAM
adalah RAM yang memiliki kapasitas rendah dan sering digunakan pada peralatan elektronik lainnya, seperti televisi, radio mobil, dan lainnya.

Secara umum bentuk RAM yang terpasang pada komputer mempunyai jumlah pin yang sama pada slot RAM processor Anda. Jumlah pin RAM menrut standart adalah 72-pin, 130-pin, 168-pin, 240-pin, dan lain-lain. Untuk jumlah pin bisa Anda ketahui dengan mudah dengan membaca kemasan RAM yang Anda beli.

Dahulu kecepatan RAM dapat diketahui dengan membaca kode nanoseconds(ns)-nya, seperti 70ns, 60ns, 10ns, dan seterusnya. Namun dalam perkembangannya, kecepatan RAM sudah tertulis pada kemasannya atau label yang di tempel pada chip RAM dan dan tertulis dalam satuan MHz, seperti 66MHz, 333MHz, 400MHz, 500MHz, 533MHz, dan seterusnya. Jika Anda melakukan penggabungan RAM yang memiliki kecepatan berbeda, maka komputer akan secara otomatis beroperasi dengan kecepatan RAM terendah.

Demikian postingan saya kali ini, semoga berguna. Silahkan Anda tinggalkan komentar atas postingan ini pada kotak komentar yang tersedia atau kritik dan saran pada chat box pada side bar sebelah kanan blog ini. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar