Kamis, 27 Mei 2010

Tumbal Penjaga Rumah


Tahun 2008 aku dipindahtugaskan ke Paciran, Lamongan Jawa timur sebagai seorang supervisor toko. Bagiku ini adalah kesempatan untuk lari dari rumah yang penuh dengan konflik ekonomi yang tak pernah usai. Aku pikir, semua akan menjadi lebih mudah di sini. Dan itu berjalan hanya beberapa bulan. Hingga awal oktober 2008, akhirnya aku terkena penyakit paru-paru yang selama ini aku takutkan. Aku tahu ini akan terjadi, tapi tidak secepat ini. Aku memang seorang perokok, penikmat kopi, penjaga malam, dan benci dengan olahraga. Tapi aku rasa banyak orang yang melakukannya dan tak terjadi apa-apa pada mereka. Aku berusaha berobat ke dokter dan disarankan untuk foto thorax (foto x-ray pada bagian paru dan jantung). Dan hasilnya, paru-paruku berisi cairan hampir dua liter. Aku terpaksa opname dan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun saat cairan itu hendak dikeluarkan dari tubuh ringkihku, semuanya seakan menghilang dan yang ada hanya darah. Sang dokter malah memberikan keterangan, sebenarnya yang paling parah adalah liverku. Dari pada aku semakin bingung dengan penyakitku, aku pulang paksa dari rumah sakit.
Meski semua tak berlalu begitu saja tanpa rasa sakit, aku masih terus bekerja dengan wajah yang selalu pucat. Pada tahun 2009 semua semakin buruk, aku tidak pernah mersa sehat. Bila bekerja terlalu capek dalam sehari, maka selama satu minggu aku akan terbaring di kamar. begitu terus menerus, bahkan saat aku memutuskan untuk menikah semua masih belum membaik.
Bahkan parahnya lagi, pada awal tahun 2010 aku terkena penyakit pinggang. Dokter yang aku kunjungi menyarankan untuk melakukan USG agar mengetahui keadaan ginjalku, karena kemungkinan sakit pinggangku karena penyakit ginjal. Namun saat hasil USG keluar, semua organ dalamku dalam keadaan normal, bahkan yang dulu katanya liverku terkena penyakit hepatitis B, juga dalam keadaan NORMAL. Parahnya lagi, saat aku melakukan foto thorax lagi, cairan yang katanya ada dalam paru-paru, menghilang begitu saja.
Meski demikian aku masih berpikir sehat untuk menghilangkan sakit pinggang yang aku derita. Aku berobat ke dokter tapi tidak sembuh-sembuh juga. Aku coba segala macam ramuan herbal, tapi tidak berkurang pula. Anehnya lagi, penyakit penggangku yang sampai ke lutut sakitnya, hanya kambuh pada jam 12 malam sampai subuh saja. bila pagi aku masih bisa bekerja seperti biasa meski agak sedikit menurun staminaku.
Akhirnya istri membawaku ke seorang paranormal. Dari sana aku diberitahukan bahwa aku terkena tumbal dari toko yang aku jaga. Berbagai macam pengobatan ala paranormal aku jalani dan aku pun sekarang kembali merasa sehat. Tapi paranormal itu bilang bahwa, sewaktu-waktu mahkluk gaib yang mengganggu ku itu bisa kembali kapan saja, jadi aku harus lebih mendekatkan diriku pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua bisa berakhir bila tumbal yang ada di angkat dan disingkirkan.
Sejujurnya aku kurang percaya dengan paranormal. Tapi setelah kejadian ini aku bisa mengambil hikmah bahwa aku wajib percaya kepada Tuhan YAng Maha Menyembuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar